Rabu, 29 Maret 2017

puisi

sunyi malamku
aku menunggumu disela-sela malam dan cahayanya bulan
bibirpun tak berkedip tatkala seseorang menyelinap perlahan, melihat keadaan
langkah kakipun kian menjauh 
ruanya cukup kali ini untuk menyelinap diam-diam, biar ku coba di lain waktu
cintaku yang suci...
cintaku yang indah...
cintaku yang dirahmati tuhanku
engkau laksana embun dan udara di pagi hari yang menyejukan

0 komentar:

Posting Komentar